ANALISIS NILAI TAMBAH SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUK OLAHAN SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) DI KABUPATEN SLEMAN
Oleh :
Meta Harmawati
Kabupaten Sleman merupakan salah satu sentra peternakan kambing Peranakan Etawah (PE). Kambing PE merupakan jenis kambing penghasil susu. Kegiatan peningkatan nilai tambah melalui usaha pengolahan hasil peternakan dapat dilakukan dengan cara membuat produk olahan susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan, efisiensi usaha, dan tingkat keuntungan (profit rate), serta mengetahui nilai tambah dan imbalan tenaga kerja pada usaha produk olahan susu kambing Peranakan Etawah (PE) di Kabupaten Sleman. Metode dasar penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Populasi dalam penelitian ini adalah usaha produk olahan susu kambing PE di Kabupaten Sleman. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu nonprobability sampling. Tipe sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, keuntungan, efisiensi usaha, tingkat keuntungan (profit rate), dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) analisis usaha: a) biaya total pada usaha susu bubuk, kerupuk susu, dan permen karamel susu kambing PE masing-masing sebesar Rp152.375.002,00/bulan, Rp 1.189.535,00/bulan, dan Rp 3.523.500,00/bulan; b) penerimaan pada usaha susu bubuk, kerupuk susu, dan permen karamel susu kambing PE masing-masing sebesar Rp 237.924.000,00 /bulan, Rp 1.452.000,00/bulan, dan Rp 3.880.000,00/bulan; c) keuntungan pada usaha susu bubuk, kerupuk susu, dan permen karamel susu kambing PE masing-masing sebesar Rp 85.548.998,00/bulan, Rp 262.465,00/bulan, dan Rp 356.500,00/bulan; d) efisiensi usaha yang ditunjukkan oleh nilai R/C ratio pada usaha susu bubukł kerupuk susu, dan permen karamel susu kambing PE masing-masing sebesar 1,56, 1,22, dan 1,10; e) tingkat keuntungan (profit rate) pada usaha susu bubuk, kerupuk susu, dan permen karamel susu kambing PE masing-masing sebesar 56,14%, 22,06%, dan 10,12%. (2) Besarnya nilai tambah pada usaha susu bubuk, kerupuk susu, dan permen karamel susu kambing PE masing-masing sebesar Rp 18.808,77/kg, Rp 15.135,21/kg dan Rp 15.567,18/kg. Nilai tambah paling tinggi pada susu bubuk kambing PE karena harga produk susu bubuk kambing PE yang cukup tinggi. Imbalan tenaga kerja pada usaha susu bubuk, kerupuk susu, dan permen karamel susu kambing PE masing-masing sebesar Rp 3.826,84/kg, Rp 18.319,49/kg, dan Rp 38.992,97/kg. Imbalan tenaga kerja pada usaha permen karamel susu kambing PE paling tinggi karena tingginya upah rata-rata tenaga kerja dalam pengolahan. Dari hasil penelitian ini, dapat disarankan pengembangan usaha sebaiknya lebih diprioritaskan pada produk susu bubuk kambing PE karena nilai tambah susu bubuk kambing PE paling tinggi. Pemerintah Kabupaten Sleman sebaiknya membantu pengusaha susu bubuk kambing PE dalam mendapatkan perijinan usaha dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Kabupaten Sleman.
[ pdf ]

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.