PEMERIKSAAN KUALITAS AIR BERSIH DENGAN KOAGULAN ALUM DAN PAC DI IPA JURUG PDAM KOTA SURAKARTA
Oleh :
Joko Rifa’i
ABSTRAK Koagulasi merupakan proses penambahan bahan kimia tertentu ke dalam air. Bahan kimia yang digunakan dalam koagulasi adalah koagulan. Fungsi dari koagulan yaitu mengurangi kekeruhan, warna dan bau dalam air yang mempengaruhi kualitas air. Pemilihan bahan koagulan dan penentuan dosis yang tepat dapat menekan biaya produksi dalam proses pengolahan air. Koagulan alum merupakan koagulan yang umum digunakan karena harganya yang relatif murah, termasuk IPA Jurug PDAM Surakarta dalam proses koagulasi memakai koagulan alum. Kekurangan koagulan alum adalah dalam cara pemakaian, operator harus membuat larutan alum sebelum digunakan sebagai bahan koagulan, untuk itu PDAM mencari bahan koagulan lain pengganti alum sebagai koagulan untuk proses koagulasi di IPA Jurug. Koagulan PAC menjadi pilihan untuk diteliti dan diuji penggunaannya sebelum digunakan sebagai koagulan pengganti alum di IPA Jurug. Penggantian koagulan alum ke PAC perlu dilakukan penelitian terhadap dosis optimum penggunaan koagulan yang berpengaruh terhadap biaya operasi IPA Jurug tanpa menyampingkan kualitas air. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen, yaitu dengan mengadakan percobaan untuk mendapatkan hasil yang menunjukkan hubungan antara variabel dosis koagulan, kekeruhan dan kandungan pH. Penelitian ini dilakukan dengan uji Jar tes yaitu percobaan yang berfungsi untuk menentukan dosis optimal dari koagulan di IPA Jurug PDAM Surakarta terhadap air Sungai Bengawan Solo yang dijadikan sebagai air baku olahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air bersih dengan menggunakan koagulan alum dan PAC di IPA Jurug. Pengujian Jar tes dilakukan dengan kekeruhan dan pH air baku sama. Syarat air bersih hasil olahan IPA Jurug mengacu pada Kep Menkes 907/2002, yaitu untuk kekeruhan < 5 NTU dan pH yang dihasilkan antara 6,5-8,5. Dari hasil uji Jar tes didapat dosis optimum pemakaian koagulan alum sebesar 40 ppm dengan kekeruhan 4,99 NTU mengandung pH 6,9 dan dosis optimum untuk koagulan PAC sebesar 10 ppm (1 gr/lt) dengan kekeruhan 3,89 NTU mengandung pH 7,4. Perhitungan pemakaian koagulan setiap m3 air baku yang diolah IPA Jurug, dengan koagulan alum memerlukan biaya produksi Rp. 60,- dan PAC memerlukan biaya produksi sebesar Rp. 50,- sehingga dengan pemakaian koagulan PAC di IPA Jurug akan menghemat biaya produksi sebesar Rp. 10,- Kata kunci : koagulasi, koagulan, Jar tes

Links

News

About

Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi melalui perangkat digital.